Sabtu, 30 September 2017

Rujukan 28 September 2017 Mama di RSUD Blambangan

Dapat obat 5 macam obat:
° IBUPROFEN 2X1 pagi malam
° CLOPIDOGREL RISULFATE 1X1
~diminum siang hr..
° BETAHISTINE MESYLATE 3X1
° Eperisone Hydrocloride 3x1
° Phenytoin .... 3x1

Ibuprofen : Kegunaan, Dosis, Efek Samping
 
Ditulis oleh Staf EditorialReview medis oleh dr. Ahmad Muhlisin
Ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit (analgetik) dan juga penurun demam (antipiretik) yang dapat Anda peroleh di toko obat atau apotek tanpa memerlukan resep dokter, seperti halnya parasetamol.

Mengenal Obat Ibuprofen

Ibuprofen merupakan salah satu dari kelompok obat penghilang rasa sakit yang disebut dengan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Jika Anda pergi ke apotek, ada banyak pilihan merek dagang yang memiliki kandungan (komposisi) Ibuprofen. Di samping itu ada berbagai bentuk sediaan obat seperti: tablet atau kaplet, gel, semprotan, cairan (sirup).

obat ibuprofen 400 mg tablet generik
Ibuprofen bekerja sebagai obat penghilang rasa sakit dengan mempengaruhi bahan kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang diproduksi tubuh ketika menanggapi penyakit atau cedera. Prostaglandin menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (inflamasi). Prostaglandin yang dilepaskan dalam otak dapat menyebabkan suhu tinggi (demam).

Efek penghilang rasa sakit dimulai segera setelah obat ini dikonsumsi, tetapi memiliki efek anti-inflamasi yang lemah dan akan memakan waktu lebih lama untuk memulai. Kadang-kadang dapat memakan waktu hingga tiga minggu untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh karena itu, obat ini tidak tepat untuk mengobati kondisi yang terutama terkait dengan peradangan.

Indikasi atau Kegunaan

Ibuprofen obat apa? Seperti telah dijelaskan mengenai mekanisme kerjanya, maka secara lebih mendetil ibuprofen digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan rasa sakit seperti:

Rasa sakit ringan hingga sedang: sakit gigi, migrain dan nyeri haid.
Menurunkan demam: misalnya, ketika seseorang mengalami flu (influenza), baca juga: Ibuprofen Sebagai Obat Demam.
Rasa sakit dan peradangan (kemerahan dan bengkak) yang disebabkan oleh penyakit rematik atau anggota gerak lainnya.
Meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat keseleo, seperti cedera olahraga.
Kontra Indikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini begitu saja, oleh karena selalu perhatikan kontraindikasi yang ada pada label:

Tidak boleh pada seseorang yang alergi terhadap ibuprofen atau obat NSAID lainnya.
Tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti saat ini atau baru-baru ini mengalami ulkus lambung (tukak lambung), atau riwayat reaksi buruk terhadap NSAID.
Hati-hati penggunaan orang-orang tua, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk asma atau penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati.
Sebaiknya, wanita hamil tidak menggunakan obat ini kecuali direkomendasikan oleh dokter.
Ibuprofen tidak menyebabkan kerugian apapun untuk bayi saat Anda sedang menyusui. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Parasetamol dianjurkan sebagai alternatif untuk meringankan rasa sakit jangka pendek atau mengurangi demam pada kondisi di atas.

Dosis Ibuprofen dan Cara Pemakaian

Dosis ibuprofen akan berbeda untuk pasien yang berbeda hal ini akan tergantung pada berat ringannya penyakit, usia, dan berat badan. Ikutilah petunjuk dokter atau petunjuk pada label dengan cermat.

Adapun dosis lazim yang dianjurkan adalah:

Dosis Ibuprofen sebagai obat demam:

Anak-anak di atas 2 tahun: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Anak-anak usia 6 bulan – 2 tahun: Dosis didasarkan pada berat badan dan suhu tubuh, dan harus ditentukan oleh dokter. Untuk demam lebih rendah dari 102,5 ° F (39,2 ° C), dosis biasanya adalah 5 miligram (mg) per kilogram (kg) (sekitar 2,2 mg per pon) dari berat badan. Untuk demam tinggi, dosis biasanya adalah 10 mg per kg (sekitar 4,5 mg per pon) dari berat badan. Obat dapat diberikan setiap enam sampai delapan jam, sesuai kebutuhan, sampai 40 mg per kg per hari.
Bayi lebih dibawah usia 6 bulan: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter
Obat kram menstruasi (nyeri haid):

Dewasa: 400 miligram (mg) setiap empat jam, sesuai kebutuhan.
Obat ny

Clopidogrel Bisulfate - Penggunaan, Efek Samping dan Ulasan
Garam Clopidogrel Bisulfate diindikasikan untuk perawatan didirikan penyakit arteri perifer, sindrom koroner akut, sejarah infark miokard, stroke baru dan kondisi lainnya. Informasi detil berkaitan dengan penggunaan, efek samping, ulasan, pertanyaan, interaksi, dan peringatan Clopidogrel Bisulfate sebagai berikut:
Clopidogrel Bisulfate Pemakaian
Clopidogrel Bisulfate digunakan dalam perawatan, kontrol, pencegahan, & perbaikan penyakit, kondisi dan gejala berikut ini:
didirikan penyakit arteri perifer
sindrom koroner akut
sejarah infark miokard
stroke baru
Referensi: 1
Melaporkan: Laporkan Gunakan Anda »
Pelajari lebih lanjut: Pemakaian
TabletWise Zen
Get Free Pharmacy/Medical Store Software and Website
Learn More
Clopidogrel Bisulfate Cara Kerja, Mekanisme Tindakan dan Farmasologi
Clopidogrel Bisulfate meningkatkan kondisi pasien dengan melakukan fungsi-fungsi berikut:
Menghalangi aktivasi trombosit dan akumulasi reseptor adenosin difosfat pada platelet.
Referensi: 1
Clopidogrel Bisulfate - Efek samping
Berikut adalah daftar efek samping yang memungkinkan yang dapat terjadi dalam obat-obat yang mengandung Clopidogrel Bisulfate. Ini bukanlah daftar yang komprehensif. Efek-efek samping ini memungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi. Beberapa efek samping ini langka tetapi serius. Konsultasi pada dokter Anda jika Anda melihat efek samping berikut, terutama jika efek samping tidak hilang.
Epistaksis
Hematuria
Anemia aplastik
Agranulositosis
Radang usus besar
Pankreatitis
Jika Anda memerhatikan efek samping lain yang tidak ada diatas, hubungi dokter Anda untuk nasihat medis. Anda juga dapat melaporkan efek samping ke otoritas administrasi makanan dan obat-obatan setempat Anda.
Referensi: 1
Melaporkan: Laporan Efek samping »
Pelajari lebih lanjut: Efek samping
Clopidogrel Bisulfate Peringatan & Cara Penggunaan
Mohon konsultasi pada dokter atau apoteker Anda atau kemasan produk untuk informasi ini.
Where to Buy Clopidogrel Bisulfate
Click here to find nearby pharmacies/medical stores where can buy Clopidogrel Bisulfate.
Report Availability »
Survei Pelanggan - Clopidogrel Bisulfate
Berikut adalah hasil dari survei yang masih berjalan di TabletWise.com untuk Clopidogrel Bisulfate. Hasil-hasil ini hanya mengindikasikan persepsi pengguna situs web. Mohon dasarkan keputusan medis Anda hanya pada nasihat dokter atau profesional medis yang terdaftar.
Pemakaian, Keefektifan dan Efek samping
Berikut adalah pemakaian, keefektifan yang diterima dan informasi efek samping yang dilaporkan oleh pengunjung situs web untuk Clopidogrel Bisulfate:
Pengguna melaporkan pemakaian
Penggunaan yang paling sering dilaporkan untuk obat ini adalah didirikan penyakit arteri perifer.
GunakanPasien
didirikan penyakit arteri perifer1
Laporkan Gunakan Anda »
Partisipan Survei: 1
Pengguna melaporkan keefektifan
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
laporan Efektivitas »
Pengguna melaporkan insiden efek samping
1 dari 1 pengguna melaporkan obat ini memiliki efek samping.
Pasien
Tanpa efek samping0
Mengalami efek samping1
Laporan Efek samping »
Partisipan Survei: 1
Pengguna melaporkan efek samping
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
Melaporkan Side-efek »
Pengguna melaporkan severity
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
Pengguna melaporkan waktu untuk hasil
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
Laporkan Hasil Anda »
Perilaku Konsumsi
Berikut adalah perilaku konsumsi yang dilaporkan oleh pengunjung situs web untuk Clopidogrel Bisulfate:
Pengguna melaporkan kekuatan
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
laporan Kekuatan »
Pengguna melaporkan frekuensi penggunaan
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
Laporan Frekuensi Penggunaan »
Pengguna melaporkan waktu
Tidak ada data yang telah dikumpulkan untuk survei ini
laporan Timing »
Pengguna melaporkan kerutinan

    
Betahistine adalah obat histamine analogue yang berfungsi mengatasi kondisi yang timbul akibat penyakit Meniere. Penyakit Meniere sendiri adalah kondisi langka yang memengaruhi telinga bagian dalam. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala-gejala, seperti vertigo, tinnitus atau munculnya suara berdesir dari dalam telinga, kehilangan pendengaran, dan merasakan tekanan di telinga bagian dalam.

Penderita penyakit Meniere yang mengalami serangan mendadak, bisa merasakan sebagian atau keseluruhan gejala-gejalanya. Serangan akibat penyakit Meniere ini memiliki tingkat keparahan dan tingkat pengulangan yang berbeda-beda. Betahistine diduga dapat mengurangi tekanan di telinga dan meredakan gejala dengan meningkatkan aliran darah ke telinga.

Tentang Betahistine
GolonganKelompok obat histamine analogue
KategoriObat resep
ManfaatMengatasi gejala yang muncul akibat penyakit Meniere
Dikonsumsi olehDewasa
Bentuk obatTablet
Peringatan:
Bagi wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan atau menyusui, tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
Harap berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini bagi penderita asma, urtikaria, rhinitis, pernah mengalami tukak lambung, dan penderita feokromositoma atau tumor kelenjar adrenal.
Jika Anda mengonsumsi obat lain bersamaan dengan betahistine, tanyakan pada dokter atau apoteker apakah obat tersebut mengandung antihistamine atau tidak. Antihistamine dapat mengganggu fungsi betahistine.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat.
Dosis Betahistine
Dosis awal dalam mengonsumsi betahistine adalah 8-16 mg tiga kali sehari. Setelah itu bisa ditetapkan menjadi 24-48 mg per hari. Dosis diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien dan tidak disarankan mengonsumsi lebih dari 48 mg per hari. Obat ini hanya disarankan untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Mengonsumsi Betahistine dengan Benar
Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi betahistine. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Betahistine biasanya dikonsumsi tiga kali dalam sehari dan sebaiknya dikonsumsi saat makan atau langsung setelah makan. Pastikan untuk mengonsumsi pada waktu yang sama untuk lebih mudah mengingatnya.

Obat ini tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk mengemudi atau mengoperasikan alat berat, tapi jika Anda didiagnosis menderita penyakit Meniere, sebaiknya Anda berhenti mengemudi atau melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kondisi ini bisa mengganggu kemampuan Anda.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi betahistine, disarankan segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis betahistine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Betahistine

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang bisa terjadi akibat mengonsumsi obat betahistine adalah:

Merasa mual.
Gangguan pencernaan.
Sakit kepala.
Perut kembung.
Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu aktivitas, atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Eperisone HCl adalah obat  atau antispamodik untuk mengatasi kejang otot dan pembuluh darah. Obat ini bertindak dengan merelaksasikan baik otot rangka maupun otot polos pembuluh darah, sehingga memunculkan berbagai efek seperti mengurangi kejang otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan meringankan refleks nyeri.

Mengenal Obat Eperisone HCl

Di apotek, obat ini tersedia dalam bentuk tablet 50 mg dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Salah satu merek yang terkenal adalah Myonal, Eprinoc, Epry, Zonal, Estalex, dll.

Obat Eperisone hidroklorida (HCl ) bekerja dengan cara menghambat lingkaran setan myotonia dengan mengurangi rasa sakit, iskemia, dan hypertonia dari otot rangka, sehingga mengurangi kekakuan dan nyeri, serta memfasilitasi gerakan otot.

Eperison juga berguna dalam mengurangi pusing dan tinnitus (telinga berdenging) yang terkait dengan gangguan serebrovaskular atau spondylosis serviks.

Beberapa keunggulan Eperison dibanding antispasmodik lainnya:

Tidak menyebabkan ngantuk berlebihan; tentu hal ini akan pilihan yang menarik bagi pasien yang memerlukan terapi antispasmodic tanpa mengurangi kewaspadaan.
Tidak mengurangi kekuatan otot. Memungkinkan gerakan bebas otot-otot tubuh; oleh karena itu berguna selama tahap awal rehabilitasi dan sebagai obat pendukung selama terapi rehabilitatif berikutnya.
Indikasi atau Kegunaan

Eperisone HCl obat apa? Dengan mekanisme kerja seperti itu, maka secara lebih sepisifik berikut kegunaan obat Eperisone HCl:

Paralisis spastik akibat penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak)
Kelumpuhan tulang belakang spastik
Spondylosis serviks
Gejala sisa (sequelae) pasca operasi (misalnya akibat tumor serebrospinal)
Gejala sisa (sequelae) pasca trauma (misalnya akibat cedera tulang belakang atau cedera kepala )
Amyotrophic lateral sclerosis
Cerebral palsy
Degenerasi spinocerebellar
Penyakit pembuluh darah spinal dan encephalomyelopathies lainnya
Perbaikan gejala myotonic pada sindrom serviks, periarthritis bahu dan sakit pinggang, serta nyeri kepala tipe tegang.
Kontraindikasi

Obat ini tidak boleh digunakan oleh mereka yang memiliki alergi terhadap Eperison dan komponen-komponen lain yang terkandung dalam obat.

Dosis Eperisone dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat disesuaikan dengan resep dokter tergantung pada faktor-faktor seperti tingkat keparahan gejala, usia pasien dan respon. Adapaun dosis lazim yang direkomendasikan adalah:

Dosis Dewasa: Dosis Eperisone HCl adalah 50-150 mg per hari, dalam dosis terbagi, setelah makan.
Dosis Anak-anak: Belum diketahui keamanan penggunaan obat ini untuk anak-anak, sehingga tidak direkomendasikan untuk anak-anak tanpa studi lebih lanjut.
Pada lansia perlu dilakukan pengurangan dosis, dan pasien harus dipantau secara ketat untuk tanda-tanda hipofungsi psikologis selama pengobatan.
( ! ) Obat Eperisone harus dikonsumsi bersama dengan makanan atau segera setelah makan.

Efek Samping Eperisone HCl

Seperti halnya obat-obatan lain, Eperisone juga bisa menimbulkan efek samping (tidak selalu):

Reaksi syok dan anafilaktoid: kemerahan, gatal, urtikaria, bengkak pada wajah dan bagian lain dari tubuh, sesak nafas, dll. Jika seperti ini, maka pengobatan harus segera dihentikan dan carilah pertolongan medis segera.
Efek samping lain: anemia, ruam, pruritus, mengantuk, susah tidur, sakit kepala, mual dan muntah, anoreksia, sakit perut, diare, sembelit, retensi urin atau inkontinensia (tidak bisa menahan buang air).
Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Eperisone perhatikan beberapa hal penting di bawah ini:

Obat eperisone harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap obat apapun, atau dengan gangguan fungsi hati (mungkin efek obat dapat memperburuk disfungsi hati).
Kelemahan, pusing, mengantuk atau gejala lainnya mungkin terjadi selama pengobatan. Pada kondisi ini, maka dosis harus dikurangi atau pengobatan dihentikan.
Pengguna sebaiknya menghindari kegiatan yang berpotensi berbahaya .

  
Phenytoin adalah obat yang digunakan untuk mencegah serangan epilepsi. Terjadinya kejang pada penderita epilepsi disebabkan oleh gangguan pada aktivitas elektrik di dalam otak. Fenitonin bekerja dengan cara menstabilkan aktivitas elektrik tersebut sehingga kejang dapat dicegah.

Selain epilepsi, phenytoin juga dapat digunakan untuk mengobati trigeminal neuralgia, yaitu suatu jenis penyakit nyeri saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami rasa sakit panas atau menusuk di bagian wajah.

Tentang Phenytoin
GolonganAntiepilepsi
KategoriObat resep
ManfaatMencegah serangan epilepsi; mengatasi trigeminal neuralgia
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Bentuk obatTablet, kapsul, dan cairan yang diminum
Peringatan:
Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter. Sedangkan bagi wanita yang sedang menyusui, disarankan untuk tidak mengonsumsi phenytoin.
Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati dan penderita suatu jenis gangguan darah yang disebut porfiria.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Phenytoin
Berikut ini tabel mengenai dosis penggunaan phenytoin:

Kategori umurDosis
DewasaDosis akan diberikan dokter berdasarkan hasil tes darah di laboratorium. Untuk dosis awal, phenytoin biasanya diberikan tiap hari sebesar 3 hingga 4 miligram perkilogram berat badan. Sedangkan untuk dosis perawatan, dosis yang diberikan biasanya 200 hingga 500 mg perhari. Dosis sewaktu-waktu dapat diubah oleh dokter jika diperlukan.
Anak-anakDosis akan diberikan dokter berdasarkan tes darah di laboratorium. Untuk dosis awal, phenytoin biasanya diberikan tiap hari sebesar 5 miligram perkilogram berat badan, sedangkan untuk dosis perawatan adalah 4 hingga 8 miligram perkilogram berat badan. Total dosis yang diberikan tiap harinya tidak boleh melebihi 300 miligram.
Mengonsumsi Phenytoin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan phenytoin sebelum mulai mengonsumsinya.

Phenytoin dapat dikonsumsi sebelum makan. Namun agar dapat memberikan hasil yang lebih maksimal, sebaiknya konsumsi ketika atau sesudah makan.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi phenytoin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi phenytoin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis phenytoin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jauhi minuman keras atau makanan yang mengandung alkohol selama menjalani pengobatan dengan phenytoin karena dapat mengubah kadar obat ini di dalam tubuh Anda.

Selain alkohol, beberapa jenis obat-obatan juga dapat mengubah kadar phenytoin di dalam tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan, terutama obat pencernaan. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat lain.

Jika Anda menderita epilepsi, sebaiknya jauhi aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan jiwa, misalnya mengemudi. Anda boleh melakukan aktivitas tersebut jika sudah diberikan izin oleh dokter, biasanya jika Anda tidak lagi mengalami kejang dalam waktu satu tahun terakhir.

Saat menjalani pengobatan dengan phenytoin, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter agar mereka dapat memonitor perkembangan kondisi Anda. Selain itu, dokter juga perlu melakukan pengecekan darah secara berkala untuk menentukan dosis yang tepat sesuai dengan perkembangan kondisi Anda tersebut.

Obat-obatan antiepilepsi sedikit berisiko menyebabkan perubahan suasana hati pada penggunanya. Segera temui dokter jika Anda mengalami depresi atau bahkan perasaan ingin melukai diri sendiri setelah mengonsumsi obat ini.

Pengobatan dengan phenytoin biasanya berlangsung secara jangka panjang. Jangan menghentikan penggunaan obat ini atau mengubah dosisnya tanpa bertanya terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar